Rosseau pernah berkata: manusia terlahir sebagai makhluk yang bermoral, ya minimal, manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi makhluk bermoral. hanya saja, peradaban--with its envy and self-consciousness-- membuat manusia menjadi makhluk yang amoral. noble savages (good 'wild man') adalah humanisasi bagi manusia primitif, bahwa mereka adalah manusia, lahir dengan potensi menjadi makhluk bermoral. hanya peradabanlah yang membuat mereka terpenjara dengan status: primitif.
noble savages adalah orang-orang yang mau keluar dari comfort zone-nya. mereka menjalin hubungan dengan manusia-manusia di luar lingkarannya, manusia yang seperti kita lihat sekarang normalnya. manusia yang belajar membaca dengan mengeja ABC sampai Z. manusia yang belajar bagi dan kali dengan menambahkan 1+1 = 2. manusia yang diberi kesempatan untuk mendapatkan peradaban yang lebih maju ketimbang apa yang kita sebut mereka: primitif.
noble savages mencicipi dunia baru, merasakan udara baru, menjalin hubungan dengan orang-orang baru, ...menemukan hal-hal baru dalam hidupnya. mereka keluar dari comfort zone, mencari hal-hal baru, modalnya enam huruf doang, tapi susahnya minta ampun: B-E-R-A-N-I. ya berani mengambil risiko untuk mendapatkan hal-hal baru. rata-rata orang takut untuk melangkah, karena merasa nyaman, padahal sebenernya dia terlenakan, akhirnya stagnan. manusia takut melangkah karena tidak ingin meninggalkan apa yang telah dikontruksikan, padahal itu tak perlu. tidak usah keluar dari comfort zone, tapi perbesar diameter area kenyamanannya saja. dari segini ( ) jadi segono ( ), :D. mari mengeksplorasi kenyamanan dengan mengekspansi ruang ketidaknyamanan.
"i am as free as nature first made man, ere the base laws of servitude began, when wild in woods the noble savage ran."
no change, no future.
1706.0129, ditulis sepihak oleh si btok karena si annel biasanya nanya: noble savage emang apaan?
(margahayu)

No comments:
Post a Comment