mencari perkara dengan meninju, mencari solusi dengan menulis
saya tidak malu menulis tentang kita. menulis tentang kontemplasi saya, dia. kejanggalan otak saya, dia. dan tentang kebodohan-kebodohan kami. saya tidak malu, karena kami tidak pernah meminta izin untuk bercerita, seperti kalian juga tidak perlu meminta izin untuk membaca.
saya bercerita, dan kalian bebas memberi makna. bila saya tercitrakan sebagai orang yang 'sampe segitunya', mungkin saja yang kalian baca tentang saya ternyata 'baru segitu'. atau mungkin bila saya tercitrakan sebagai orang yang bego, maka saya balas berkata, "sejak kapan kita menjaga dan mencintai sesuatu yang sudah kita miliki menjadi sebuah kebegoan?"
atau mungkin bahkan ketika saya tercitrakan sebagai seorang yang lemah. saya hanya akan berpendapat, lemah itu adalah ketika saya hanya mampu menulis sepatah kata tak tentu arah tentang apa yang saya pikirkan, saya alami, dan saya rencanakan. lemah saya bukan lemah seperti lemah yang hujan-hujanan sedikit langsung sakit. dan kuat itu bagi saya adalah ketika saya mampu menuangkan makna dalam rangkaian kata yang kuat dalam kalimat sesolid kawat, untaian frasa yang berisi dalam paragraf sekuat besi. kuat saya bukan kuat seperti kuat yang tetap siaga setelah menenggak bir berbotol-botol.
saya senang menulis, amat gemar menulis, tentang saya, dan kini juga tentang seorang gadis yang bernama annelis. saya tidak terlalu senang mencari perkara dengan meninju, karena itu bisa saja membuat saya bonyok-bonyok. tapi saya senang mencari solusi dengan menulis, karena itu pasti membuat saya kuat.
toh akhirnya Cinta berlabuh di dermaga Rangga, bukan di landasan Borne. ahahahha. AADC mode: on tea, :p.
*ya meskipun kami tahu, si Annel jelas jauh lebih pendek daripada Cinta, dan saya, KW10 nya Nicholas Saputra pun juga tidak. :D
1607.0102. ditulis oleh si btok, buat ngediemin si item nightmare yang bawel ceng-cengin muluk.

**naha urang jadi intens kieu jeung maneh? ahaha. baelah, tong mikir negatif. saling berbagi komen we ieu mah. bener, euweh maksud lain! urang normal keneh! hehe.
ReplyDeletesoal tulisan #025, saya juga sempat merasa begitu tok, setiap kali mengumbar tulisan, foto, status di fb yang isinya gak jauh dari 'tentang kebahagiaan' yang sedang saya alami bersama si feni. takut disangka sombong sama orang lain, atau disangka punya kelainan seperti ekshibisionis, misalnya.
tapi da gimana atuh, perasaan kayak gini terlalu besar untuk dinikmati sendiri. disimpan diam-diam. mending dibagi-bagi.
bukan untuk sombong, tapi buat menginspirasi orang lain, memerlihatkan bahwa 'berdua' memang lebih baik daripada 'sendiri'.
sukur2 kalo ada yang jadi ter-influence, dan kemudian semangat untuk mengejar mimpinya. lalu kemudian mereka akan seperti kita: mengumbar kebahagiaan. sejenis keindahan rasanya akan muncul kalau banyak orang yang bahagia karena 'mencinta'.
tapi kemudian si pacar saya bilang: peduli amat lah penilaian orang. kita yang senang, sukur kalo ada orang yang ikut senang bareng kita. yang gak suka ngeliat kita senang mah cuman iri. gak usah dianggep.
*happiness is only real when its shared tea ga. saya mah cuma pengen buktiin rasa yang kami alamin ini nyata atau nggak. dan ya intinya cuma ingin menyatakan perasaan itu, tapi kalau ada yang terinfluence, ya sukur itu mah.
ReplyDeleteahahhaha, nuhun ga ah tos mengapresiasi. semoga bisa saling terus mengapresiasi tidak sekadar coy aha, sarewelah aja, ahahahaha.
*oiya, urang naha jadi intens kieu nya. urang pikir sih ya, si annel jeung si feni teh ngan sarana belaka, sebenerna Tuhan punya rencana untuk kita lewat mereka. ;;) masih flirting.
AHHAHAHAHAHAHA< GELEEEEEEUUUUUUUUH!!!
kalian ih.. kalian ih..
ReplyDeletesaya percaya kalau kalian sebenernya ada apa2..
yaelah, ga, kita harus mulai lebih rapih ah.
ReplyDeletedyah udah mengendus ada yang salah dengan 'hubungan' kita.
pas ngomong hubungan dalam tanda petik itu, tangannya sambil bentuk tanda petik (telunjuk dan jari tengah ditekuk tea) sambil mulutnya berdecak -decak centil. ahahhahaha.
ih kamu betok, sampai ngutip2 obrolan kita segala. kalo pacar kita tau gimana?
ReplyDeletemulai sekarang diem2 aja yah. *wink-wink
AHHHHAAAAAHAHAHAHAHA... sumpah getek!
nya enggeusan mataknaaaa!!!
ReplyDelete*wink-wink, tapi masih tetep mengerling...
ahahahahhahaha.
iya tok udahan aja. biar waktu yang menjawab dan membuktikan. ahahaha. *maaf peni, maaf annel. :P
ReplyDelete