7/13/09

#023: MENABUNG RASA SAKIT, MEMANGKAS HARAPAN

suatu senja, dalam sujud rakaat kedua, melintas tanya dengan tiba-tiba. "apakah mencintai seseorang seperti menabung rasa sakit?" saya pulang dan menanyakan ini pada annelis. interpretasi saya terhadap pertanyaan itu adalah, ketika kita mencintai seseorang semakin dalam, berarti semakin menggunung juga tabungan sakit yang kita simpan entah di bank imajinasi mana itu, karena semakin dalam kita mencintai seseorang, semakin dalam pula luka yang akan timbul ketika hal yang tidak diinginkan terjadi. ya, imajinasi rasa sakit, seperti imajinasi uang yang kita simpan di bank. kita tak tahu uang itu ada dimana sebelum kita mencairkan uang itu. maka, sakit itu pun baru nyata ketika kita mencairkannya.

"maka jangan mencintai seseorang terlalu dalam," ujarnya.

saya berkata, "maka jangan pernah terpikir untuk mencairkan tabungan sakit itu. maka teruslah bersama saya."


suatu malam, saya mencintainya semakin dalam. berat langkah meninggalkannya dalam kelam, karena perbincangan kami belumlah usai untuk disulam. beberapa jam setelah senja, malam tiba. dan saya sadar, saya terlalu banyak berharap. sementara ia begitu realistis. lalu kita melangkah ke depan lewat kecepatan cahaya, dan ia berhenti jauh di belakang saya. langkahnya pasti dan hati-hati, dan saya...saya malah baru sadar saat itu, mengapa melangkah sejauh ini. ya saat itu saya sadar terlalu banyak berharap, dan ia begitu realistis. sementara hubungan harus dibangun atas rasa percaya, dan percaya itu bagi saya adalah harapan yang realistis!


selain percaya, hubungan kami juga inginnya berangkat dari harapan yang sama. maka malam itu saya minta annelis untuk memangkas harapan saya tak jauh dari harapannya. agar harapan kami seimbang, meski tak mungkin identik memang. ya begitulah, jika cinta adalah kepala,

maka sebutlah saja kami: cinta dengan model rambut yang sama!

1407.0701. ditulis sepihak oleh si btok sebelum pergi kuliah. :D.

7/11/09

#022:PARACHUTES

jadi penerjun payung itu enak sepertinya. saat mereka jatuh, mereka punya parasut untuk menahan tubuh. saya kadang berharap, "jangan terkembang layarnya!" biar remuk dan mendarat di tanah yang salah. biar remuk dan temani saya berbincang menghabisi pagi hingga lelah. sambil minum kopi, bercerita tentangmu.

in a haze, a stormy haze

i’ll be round, I’ll be loving you, always

always

here I am and I'll take my time

here I am and I’ll wait in line, always

always

1107.1547. ditulis oleh si btok sambil mengulang-ulang parachutes-nya coldplay. 47 detik doeang durasinya, :p.
(margahayu)

7/10/09

#021: TAKE OFF YOUR PANTS

take off your pants, amed...nandaaaa, ayooook....ahahahahahha, :D
location: circle-ek, supratman.
0707.2009

#020: INDERA DAN MEMORI USIA

hidup adalah sebuah peran. dan usia adalah peraturan.

melatih hidup adalah melatih peran, dan Stanislavski membuatkannya peraturan. untuk meraih konsentrasi dan relaksasi dalam berperan, seseorang harus berlatih untuk memekakan indera dan memutar memori.


jika hidup adalah peran, maka sepanjang hidupmu kau telah (dan akan) ditonton jutaan insan. cacian dan pujian adalah pencapaian yang tak bisa dielakkan. tapi relaksasi peran adalah kenikmatan tersendiri. kalau hidup adalah peran, maka itu hanya tentang sejauh mana kita mengidentifikasi kemampuan mengeksplorasi nilai-nilai intelektual, emosional dan spiritual yang mungkin bersemayam hingga palung terdalam jiwa kita.


dan Tuhan menghadiahi kita kapal selam untuk mengarungi lautan paling dalam. semakin panjang umur kita, semakin dalam kita tenggelam dalam lika-liku hidup yang katanya kelam. setiap orang adalah komandan kapal selamnya masing-masing. terserah dia, mau turun, mengambil risiko untuk mengeksplorasi diri. tetap mengapung tak tahu arah pasti. atau justru naik mengambang tersenyum tak tahu apa-apa sambil menikmati matahari.


jadi terserah saya, jika saya ingin tenggelam dalam kontemplasi saya yang muram. terserah saya, untuk menikmati hidup yang tiap menitnya makin dalam. dan terserah saya, jika ingin membawa kamu sebagai lampu agar sepi saya tak terlalu temaram. kau beri jawaban di atas kertas buram. iya atau tidak, kuberi waktu tiga hari tiga malam. kau jadilah bagian dari inderaku, bagian dari memori usiaku.


karena indera dan usia, adalah alat. adalah perangkat yang membuatku kuat. berkontemplasi itu nikmaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat, :p.


1007.0231. ditulis oleh si btok ketika yakin bahwa salah satu momen terbaik dalam hidupnya adalah ketika meraba, menghirup, merasa, mendengar, melihat, dan mengingat annelis. *blush edan!

(margahayu)

7/6/09

#019: SETOR MUKA

"udah lama, lagian gak enak juga udah dikasih banyak kebaikan gini tapi gak setor-setor muka!"


dia (saya juga) pasti merasa belum perlu dan sanggup berkunjung lima waktu,

tapi percayalah, Tuhan selalu tersenyum dan menunggu.

*dan curangnya, saya tidak bisa titip salam ke Dia lewat dia. padahal biasanya dia yang mabal.


"mari sama-sama berdoa, untuk saya, untuk kamu, dan untuk kita. we stand as one. :D"

untuk si jkrek baru, untuk gaji baru, untuk manusia yang memberikan pujian,

dan untuk bersama-sama memuja Tuhan. cheeeeeers.

...

*saya tetep pake coca-cola!

0607.2347. ditulis sepihak oleh si btok yang bergegas ambil wudhlu. brrrrr.
(margahayu)

7/5/09

#018: BATAS

garis lurus yang kaku adalah batas. begitupula kurva. dan dari langit jatuh cinta rintik-rintik, berhembus kasih sepoi-sepoi. dan dari langit jatuh batas, jatuh kurva. karet tebal yang elastis, dan kokoh. karet keras yang ditarik sejauh timurpun tetap akan memelantingkanku kembali ke barat. ke dalam pelukan erat ujung batasku, gadis senjaku yang hangat.


*terimakasih untuk menjadi batas saya yang elastis. tetap ada di sekitar, dan selalu:

jadilah pagar yang menumbuhkan tanaman. karena di lingkupmu yang hijau, saya selalu merasa aman, dan nyaman.


0507.1511. ditulis sepihak oleh si btok setelah si annel berujar ia tidak ingin menjadi batas si btok.
(margahayu)


7/2/09

#017: GADIS DAN BATANG KEPITING (CANCER STICK?) :p

saya pernah nulis kalau gak akan pernah suka cewek yang menyandang predikat cancer stick smoker, banyak alesannya, salah satunya, ya saya bakalan keliatan cupu aja, karena saya nggak ngerokok.


annelis bilang ini karma, saya dapetin dia, katanya, orang itu harus hati2 berprinsip. atau lebih tepatnya hati2 memublikasikan prinsip di tempat umum. saya habis diceng-cengin sama si annel malam itu, katanya saya gak bisa mertahanin prinsip sendiri. lah, padahal kan, sumber ejekan itu adalah dia sendiri, ahaha, bodoh! ya, annelis, si gadis cancer stick smoker itu yang tengah singgah dan mengepul di pelabuhan hati saya, ahahha.


dia bilang, kita gak bisa gak suka seseorang hanya karena satu-dua attitude-nya gak berkenan di hati kita. ini kadang yang buat saya kesel, dan kadang mempertanyakan lagi, "lah iya ya, kok bisa ya saya matahin prinsip saya demi dia?" tapi ya memang benar kata dia, saya mungkin lebih milih seorang active smoker yang emang berusaha mengerti saya, daripada passive smoker yang gak berupaya mengenal saya. nah, bagi saya, nilai positif dari si gadis aktif ini seperti sebuah sinar hangat yang menyilaukan, membutakan saya dari negatifitas-negatifitas minor yang saya tidak suka dari dirinya. seperti mengagumi keindahan mentari terbit di pagi hari yang menyedot perhatian dari kerbau-kerbau yang berusaha buang air di kaki gunung. ya, ketika kita kejar matahari itu ke puncak gunung, dari kaki langit mana ia terbit, tanpa sadar justru kaki kita menginjak tai kerbau yang luput dari perhatian tadi. menyesalkah? ahaha, setelah kita menuntaskan kepenasaranan akan pertanyaan dari kaki langit mana matahari terbit, masa sih kita masih harus mempedulikan kaki kita yang hanya menginjak tai kerbau. mengutip istilah yang selalu annelis bilang, "terus kejar dan gali keindahan dari seseorang yang kamu miliki!" maka jika risikonya hanya tai kerbau terinjak sendal swallow, ya udah siiiiiiiiiiiiih.


hanya saja ada orang-orang yang berusaha melemparkan isu tahi kerbau itu ke kepala ketika saya sedang mengejar matahari. mungkin orang-orang yang terlalu sayang atau terlalu benci pada saya. untung mereka bukan pelempar ulung, tapi yang jelas saya tidak mengenakan sejuta topeng ketika tersenyum (atau lebih tepatnya menertawai) mendengar pertanyaan misal seperti berikut, "yah cemen lo, masa cewenya ngudud, elo kagak!" lah, teruuuuuuuuuuus? bodoh ah!


ahaha, ya itulah risikonya punya gadis aktif. selain dicengin breaking my own principia, juga harus siap diomongin dari belakang kalau saya (terlihat) cupu atau cemen. gak peduli! kecuali kalau yang ngomongin saya itu Cut Tari dan Ersa Mayori, bisa goyah saya, ahahaha. risiko lainnya begini, saya selalu menganggap si annel itu adalah sebuah pemandangan indah, yang sewaktu-waktu berkabut. ya gitu, analoginya, pemandangan annelis saya berkabut ketika ia mengepulkan asap rokoknya. ada kalanya kita jadi malas untuk menikmati pemandangan yang terdistorsi itu, tapi di lain pikiran, justru distori itu yang membuat penasaran, tentu kabut adalah sebuah tantangan yang menyenangkan bagi para petualang. saya lebih banyak memilih opsi yang kedua. kebanyakan kalau saya sedang malas ke si annel, ya karena emang dia lagi ngeselin dan mood saya lagi jelek aja, bukan karena dia ngerokok, itu cuma jadi booster factor doang, :p.


bicara risiko emang banyak, ahahaha, misalnya lagi seperti rasa diselingkuhin sama batang rokok atau koneksi internet, ahaha, saya siasatin aja dengan permen yang gak boleh dia minta dan buku/majalah/tulisan saya yang gak boleh dia baca, ahaha, saya juga bisa selingkuh dengan benda mati dong. ya tapi sekali lagi ya itu risikonya, dan saya gak mau ngelarang-ngelarang, mengutip seorang teman, "dia tuh kenal rokok jauh lebih lama dari dia kenal elo, harusnya rokok yang cemburu sama elo!" shitt!!!


ya itulah, silakan baca postingan saya di multiply tentang prinsip saya yang telah roboh itu (ini linknya), setelah baca, bolehlah tertawakan saya, sebentar saja. tapi tolong setelah itu tepuk punggung saya tiga kali dan banggakan saya kembali dengan mengatakan, "kamu keren tok, untuk mencintai bahkan sekalipun hal yang tidak kamu sukai dari pasangan kamu. kamu keren tok!" ahaha, seperti kartini yang pernah berkata, habis gelap, terbitlah terang. habis padam satu prinsip, nyalakan prinsip baru. habis prinsip, "saya tidak akan punya pacar perokok!" terbitlah prinsip, "saya tidak akan melarang pacar saya merokok!" atau hal apapun yang dia suka dan saya tidak suka. tapi jika dia melarang dirinya sendiri untuk hal2 seperti itu, tidak ada seorang pun yang boleh melarang saya tersenyum benderang.


setelah si annel ceng-cengin saya, saya yaa...merasa sedikit lemah. kok iya ya, semudah itu saya bangkarin prinsip saya. dan setelah saya buat prinsip baru, saya merasa masih lemah. saya merasa gak punya otoritas terhadap pasangan saya, meskipun memang dia juga tidak berupaya mengotoritasi saya. tapi apakah hubungan harus selalu dibangun di atas otoritas, di bawah otoriwah, atau di samping otorimping??? ahahahha. menurut saya, dalam sistem yang otoriter, hanya satu pihak yang dikuatkan dan satunya menjadi lemah. yang kuat itu tidak benar-benar kuat, dan yang lemah jadi lemah hanya karena harus ada pembanding bagi pihak yang (di)kuat(kan). saya tidak ingin hubungan kami dibangun atas itu. saya ingin, saya, dan dia, kuat, secara harfiah, tanpa imbuhan di- dan -kan. memang mungkin tidak sekarang. memang mungkin sekarang saya terlihat lemah, tapi dude (herlino), sesuatu yang terlihat lemah tidak selamanya benar-benar lemah. atau bilapun sekarang saya lemah, tapi saya sedang dalam proses bertumbuh kuat, dan dalam proses itu ada dia, emmmhh...banyak dia.


bagi saya, semakin dalam seseorang jatuh, semakin sering seseorang tersenyum atas sebuah ejekan, semakin sabar seseorang terhadap sebuah situasi, semakin jauh seseorang dari keotoritasannya, semakin dalam seseorang tenggelam dalam renungan, semakin besar sebuah pengorbanan, semakin cepat ia bertumbuh kuat. jika satu prinsip ia buang dan diinjak dengan kakinya sendiri, bukan berarti ia lemah, tapi prinsipnya saja yang sudah ketinggalan zaman, atau ia punya pembenaran baru, :p. ya, buat saja prinsip baru yang bikin orang lain berkata "kamu keren!" dan ya, kau akan merasa kuat kembali.


saya kuat, ya saya kuat, bahkan ketika membiarkan bibir yang senantiasa kukecup menghitam, bahkan ketika membiarkan kulit yang senantiasa kuelus mengusam, bahkan ketika lidah yang senantiasa melet2 genit padaku tak lagi pintar untuk mengecap, atau bahkan ketika kerongkongan yang menghembuskan rindu padaku memburuk karena batuk. ya saya kuat, ya orang kamu aja kuat, :p. tetap sehat, :D


0207.0207. ditulis sepihak oleh si btok untuk memperingati seminggu annelis batuk2. semoga bukan smoker's cough ya, :p AMIN. cepet sembuh!
(margahayu)